• Home
  • CyberMQ
keistiqomahan seorang wanita muslimah
http://auliyaa.blogdetik.com
  • Profile

    •  auliyaa husna
      auliyaa husna
      seorang wanita muslimah...
  • Categories

    • celotehku (0)
    • muslimah (3)
    • Uncategories (2)
  • Tag

      Makkah, Rumah, Tangga , pacaran, dakwah,
  • Archives

    • March 2009
    • February 2009
  • Links

    • akhi wadi
    • auliyaa detik
  • Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 18669 kali
Feb 24

Dakwah Islam Melalui Pacaran ??!!

Add comments

Dakwah Islam Melalui Pacaran


Written by abdullah   

Dakwah Islam adalah salah satu bentuk media jihad yang terdapat di dalam agama Islam. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menyebarkan ilmu pengetahuan, menasehati sesama adalah beberapa aktivitas yang biasanya terdapat di dalam dakwah Islam. Dakwah Islam adalah salah satu bentuk kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim, sebagaimana firman Allah swt berikut:

“Serulah (manusia) ke jalan Rabb-mu dengan hikmah1 dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. QS. An Nahl (16) : 125

 “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar1, merekalah orang-orang yang beruntung”. QS. Ali Imron (3) : 104

 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik”. QS. Ali Imron (3) : 110

Lalu bagaimana kaitan antara dakwah Islam dengan pacaran? Ada segolongan orang yang mengatakan bahwa pacaran itu dilarang menurut pandangan Islam. Namun ada pula golongan yang mengatakan bahwa pacaran boleh-boleh saja asal nggak kebangetan. Bahkan, ada pula seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah yang akhirnya menggunakan pacaran sebagai media dakwah. Ia berpendapat bahwa dengan pacaran akan membuatnya lebih intensif dalam mendakwahi pasangannya. Benarkah demikian?

Memang larangan mengenai pacaran di dalam Islam tidak dibahas secara eksplisit. Mungkin itulah salah satu faktor yang mengakibatkan kebanyakan orang awam tidak dapat menerima atas hukum pelarangan pacaran ini. Namun, dalam dunia dakwah islam, larangan  pacaran adalah hal yang sudah sangat dimengerti, maka aneh sekali manakala ada seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah islam, namun ia tetap melakukan pacaran.

Meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit, namun banyak sekali dalil yang dapat di jadikan sebagai rujukan untuk pelarangan pacaran tersebut. Telah sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang MENDEKATI ZINA.

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra [17] : 32).

Lalu, apa saja perbuatan yang tergolong MENDEKATI ZINA itu? Diantaranya adalah: saling memandang, merajuk/manja, bersentuhan (berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan, dll. Karena unsur-unsur ini dilarang dalam agama Islam, maka tentu saja hal-hal yang di dalamnya terdapat unsure tersebut adalah di larang. Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadits berikut:

Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: Tidak ada yang kuperhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [pemenuhan nafsu syahwat], maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya…” (HR Bukhari & Muslim)

Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan ayat Al Quran berikut:

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.” (Bukhori dan Muslim)

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad).    
“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HASAN, Thabrani dalam Mu`jam Kabir 20/174/386)

"Demi Allah, tangan Rasulullah shallallahu alaihi wassallam tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membaiat. Beliau tidak membaiat mereka kecuali dengan mangatakan: "Saya baiat kalian." (HR. Bukhori)

"Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita." (HR Malik , Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Telah berkata Aisyah RA, "Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membaiatnya (mengambil janji) dengan perkataaan." (HR. Bukhari dan Ibnu Majah).

"Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram" . (HR Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)

“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari? Kiamat.” (HR. Ahmad)

Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan pandanganku.” (HR Muslim)

“Janganlah kau terlalu lembut bicara supaya (lawan-jenis) yang lemah hatinya tidak bangkit nafsu (syahwat)-nya.” (QS al-Ahzab [33]: 32)

Sekarang pertanyaannya, “Apakah di dalam pacaran terdapat unsur-unsur sebagaimana yang telah disebutkan pada dalil-dalil diatas?” Kalau memang ada, maka jelas bahwa pacaran itu DILARANG di dalam Islam, dengan alasan apapun. Jika dengan keterangan-keterangan yang sudah diuraikan secara jelas di atas ternyata masih ada saja yang mengatakan bahwa pacaran itu BOLEH, maka patut dipertanyakan, “Apa atau yang mana dalilnya?”.

Jangan mengatas namakan dakwah islam untuk menghalalkan pacaran!

Sebagai aktivis dakwah islam, tentunya kita tahu bahwa antara laki-laki dan perempuan (ikhwan dan akhwat) itu sudah ada seksi dakwah islamnya masing-masing (anggaplah SEKSI DAKWAH ISLAM=penulis). Maksudnya adalah, bagi akhwat/perempuan, di sana ada murobbiyah yang khusus menangani dakwah islam dikalangan akhwat, dan disana juga sudah disediakan murobbi yang menangani dakwah islam khusus dikalangan ihkwan secara intensif. Diluar itu, ikhwan punya rekan sesama ikhwan untuk sekedar bertanya atau konsultasi, begitu pula akhwat. Selain itu, untuk dakwah islam atau ta’lim lain yang lebih bersifat umum, yang dapat dihadiri oleh ikhwan dan akhwat pun sudah ada, seperti seminar, dll. Seminar, bedah buku, itu boleh dihadiri oleh ikhwan dan akhwat namun tetap menghindarkan adanya percampuran ataupun berdua-duaan. Maka serahkan saja urusan akhwat ini kepada akhwat juga atau kepada murobbiah-nya. Kalaupun ada kepentingan, sekedar menyampaikan saran atau masukan, sampaikan saja melalui rekan akhwatnya, bukannya kita yang harus turunlangsung. Atau silahkan saja sampaikan secara langsung dengan tidak melalui media pacaran dan menghindari unsur-unsur yang mengarah pada MENDEKATI ZINA, sebagaimana telah disampaikan di atas.

Kalau berbicara masalah “ingin berdakwah islam lebih intensif”, banyak cara lain yang dapat kita lakukan. Kalau ingin mendakwah islami orang, ya pilih yang ikhwan juga dong, jangan yang akhwat. Kalau yang akhwat, sampaikan saja kepada rekan akhwat kita, bereskan?

Lagipula, andaipun kita hendak melakukan dakwah Islam kepada seluruh perempuan yang ada di sekolah kita, di kampus kita, di kantor kita, atau di kampung kita…apakah lantas kita juga akan menjadikan mereka sebagai pacar kita semua??? Tidak masuk logikakan alasan semacam ini!

Kalau lantas kita mengatakan bahwa segala sesuatu itu bergantung kepada niatnya (Pacaran yang niatnya untuk dakwah islam). Eittt…tunggu dulu! Niat itu nggak berhenti sampai di situ aja. Niat itu harus diluruskan, LURUSKAN NIAT! Maksudnya adalah, niat untuk melakukan kebaikan ya harus dilakukan dengan cara yang lurus atau benar (sesuai dengan syariat), bukan dengan cara yang buruk atau dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Kalau niat baik dilakukan dengan cara yang batil, itu namanya melenceng! Sama aja seperti ini, “apakah niat menyumbang ke Masjid itu diperbolehkan manakala uangnya diperoleh dari hasil merampok?”, ya jelas aja ga boleh. Itu namanya mencampur adukkan antara yang hak dengan yang batil, dan Allah swt telah melarang hal tersebut, sebagaimana firman Allah yang artinya:

"Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui." (QS al-Baqarah [2] : 42).

Dari sini semakin jelas bahwa pacaran dilarang di dalam Islam. Dan tidak ada dakwah Islam yang dilakukan dengan metode pacaran, karena nanti jatuhnya bukan dakwah Islam lagi, melainkan MENDEKATI ZINA, dan Rasulullah saw pun tidak mencontohkan cara-cara yang demikian.

Dakwah islam Islam adalah perkara suci yang ditujukan hanya untuk Allah swt. Maka jalankanlah dengan cara-cara suci yang diridhoi oleh Allah swt, bukan dengan jalan batil yang justru akan menodai nama dakwah Islam dan menimbulkan murka Allah swt.

Wallahua’lam bishshowab

Artikel ini juga dapat dibaca di www.lingkarcahaya.com



Tetap update tulisan dari auliyaa husna di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!

 Share ke Facebook

40 Response to Dakwah Islam Melalui Pacaran ??!!

  1. Ratna08 Says:
    Selasa, 24 Februari 2009 06:20 WIB

    Betul betul, mba auliyaa...
    Boleh aza sich pacaran, tapi....
    ada waktu2nya tersendiri (ba'da walimatul ursy)... :D

  2. abdi Says:
    Rabu, 04 Maret 2009 04:33 WIB

    saya setuju dengan hal itu..
    tapi jangan juga menghalalkan demokrasi untuk dakwah...
    kan yang haram akan tetap haram sebagaimana haramnya pacaran...

  3. melna Says:
    Rabu, 04 Maret 2009 09:50 WIB

    makanya cepat nikah, jgn ditunda-tunda

  4. Edi Sumarno Says:
    Kamis, 12 Maret 2009 01:52 WIB

    Nggal ah, pacaran cuman ngganggu j, sukses tuh perhatiin. Agar jadi muslim yang berkualitas

  5. fauziah Says:
    Minggu, 05 April 2009 08:10 WIB

    menurut saya dakwah bagi pr adalh dengan cara nendidik anak2 bagi yang memiliki keturunan tapi bagi pemuda islam dengan cara menyeru kepada seseorang .
    kalau masalah pacaran haram bagi saya karna pacaran itu banyak madorotnya dari pada manpaatnya.
    "la takrobu zinnah di situ sudah ada larangan.

  6. prasetya Says:
    Sabtu, 25 April 2009 07:38 WIB

  7. prasetya Says:
    Sabtu, 25 April 2009 07:43 WIB

    Jangan sesekali kau tewas dengan fitnah dunia,
    Jangan sesekali kau terbuai dengan bisikan syaitan,
    Bentengi hatimu dengan taqwa sepenuh taqwa,
    Teguhkan imanmu meniti hari-hari di pentas ujian ini,
    & senantiasa memanjatkan doa,
    Sehingga bersatu di bawah lembayung rahmat dan rido-Nya…

  8. ari Says:
    Senin, 15 Juni 2009 08:10 WIB

    subhanallah..
    mari berdakwah..
    tapi jgn dengan pacaran
    karena pacaran @ dorongan hawanafsu
    sedang dikatakan hawanafsu selalu cenderung kepada keburukan

  9. SITI NURASIAH Says:
    Senin, 22 Juni 2009 04:12 WIB

    Betul.....
    sebenarnya tidak ada yang namanya pacaran dalam islam,
    tapi...
    apakah seseorang itu harus membohongi hati????....

  10. fatihah_nurrizky Says:
    Kamis, 02 Juli 2009 04:06 WIB

    poko'e NIKMATNYA PACARAN SETELAH PERNIKAHAN
    makanya buruan kerenkan diri terus nikah...biar bisa pacaran kan g dosa tuwh.....wuekekeh

  11. d4an Says:
    Kamis, 02 Juli 2009 04:56 WIB

    iya sy s7 ukhti, banyak kejadiaan terjadi dikalangan aktivis berjinah. Tp gimana ukh dgn komunikasi lewat SMSan....bahaya juga g tuch ukh ?

  12. PONIRAN Says:
    Kamis, 02 Juli 2009 09:18 WIB

    orang yang berpacaran 99% melakukan zinah tdk hanya mendekati zinah."Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram" . (HR Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)
    sabda Rasulullah pandangan pertama mubah ke2 zinah. nah yg pacaran yang ga' cuma sekali mandangnya, jadi ya sdh bisa di sebut zinah. apalagi bila sdh cium2an.

  13. dewi Says:
    Kamis, 02 Juli 2009 12:04 WIB

    Betul....... Say no to Pacaran Sebelum Nikah!!
    Setelah ada akad nikah alias ijab qabul aja ya pacarannya...^_^

  14. jangs Says:
    Selasa, 07 Juli 2009 01:39 WIB

    wah... dakwah melalui pacaran ??
    halahh... dakwah dari hongkong...!!!

  15. jannah Says:
    Selasa, 07 Juli 2009 10:29 WIB

    SEPAKAT.Semoga kita yg berkomntar utamanya dapat terapkan-tegakkan hal ini.Nabi-Rasul Sahabat saja dakwah dengan perjuangan-perang yang amat berat, masak umatnya yang mengaku cinta beliau, itba' beliau berenak2kan...
    Kalau dakwah seperti, justru nerusak nama baik dan tatanan hukum Islam itu sendiri. Makanya, apa kata ukhty Yeni itu...

  16. elfatih Says:
    Kamis, 09 Juli 2009 06:47 WIB

    Dakwah dan Pacaran namanya kolabarasi/Iltibas antar Haq dan Batil.....Minum airrr sambil tenggelam dech!!!!!

  17. rere Says:
    Minggu, 02 Agustus 2009 12:38 WIB

    asslm wr.wb...waalaahh,,ada lagi blok uchu bin aneh kyk gini..wah,jgn di campur adukan dah,,dakwah mah kgk ada non yang sambil pcrn( v di sma gw dulu ada jg yang gitu, susah ngejelaskannya..)klo nonton tivi, ke bioskop liat aac/KCb, ato jalan-jalan mah baru yang sambil pacaran (masalahnya gw liat temen gw yang jilbaber kyk gitu,,, astagfirulloh)

  18. Fawwaz Says:
    Senin, 07 September 2009 08:13 WIB

    Pacaran bwt dkwah? G mngkin... Yg ad pcrn ya bwt zina, skrg yg hrusy bwt dkwah mlah bwt pcrn...! Ga prcy? Liat aj tuh aktvis rohis dkmpus2 atw sklh mrk mlh pcrn ssma aktvs, jgn dtru ya.

  19. dede imut Says:
    Senin, 12 Oktober 2009 10:45 WIB

    iya q sttju bgt tp gmna ya skrang dah jaman modern apa2 hanya wt pasanganya ,,,,,
    tp[ gmna q yang dah terlanjur... q pernah mndekati zina tp alhamdulilah zina besar gx terjadi

  20. nova Says:
    Sabtu, 17 Oktober 2009 07:17 WIB

    Assalamu'alaikum.
    Sepakat be..ge..te..
    Maju terus pantang mundur para temen2 yang masih tetep peduli pada Islam.
    Jadi...ayo menikah!!!

  21. Aulia Putri Says:
    Jum'at, 13 November 2009 09:47 WIB

    @rere:Pelajarilah Islam melalui sumber yg benar (Al-qur'an n sunnah) dan kenali Islam dgn Mentauladani Rasulullah, sahabat n sahabiah... itu jauh lebih valid dr drpd sekedar melihat tmn rere yg mungkin ilmunya masih dangkal n blm bisa memberi contoh yg baik.
    @Fawwaz: kl bisa baca kmbali artikel ini dgn baik,..

  22. azimatunnisa Says:
    Kamis, 26 November 2009 09:27 WIB

    tul betul betul betul.....
    mang iya mbak auliyaa, masa dakwah dijadikan sebagai media tuk bolehnya pacaran???
    mang g' da pa murabbiyah dan murabbi yang pada dasrnya lebih afdhal

  23. hariyanto Says:
    Jum'at, 11 Desember 2009 05:15 WIB

    terus bagaimana status pacaran yang kita jalani itu juga kita iringi dengan niat
    1.syiar agama, terutama bagi cewek atao cowok pasangan yang beda agama dengan maksud megajak ke dalam islam.
    2.kita niati pacaran itu juga untuk serius bwat mnuju jenjang pernikahan apabila nantinya kita ccok, terutama apabila pasagan kita adalah seorang muallaf yang dilatarbelakangi oleh pacaran yang kita jalani.
    3.seain mudhorat, bukankah kita juga di anjurkan memikirkan manfaat. jika dengan pacaran kita bisa mengislamkan seseorang mengapa tidak?

  24. adhi Says:
    Senin, 28 Desember 2009 06:10 WIB

    emang berpacaran membut insfirasi lebih romantis.,klo boleh tau pacar km siapa kita tuker pacar yuk.,heee

  25. ayu Says:
    Selasa, 05 Januari 2010 10:51 WIB

    ass...wr..wb..
    pacaran bukannya nggak tu dlam islam, cuman adanya ta'aruf langsung nikah deh... iyyya khan??

  26. maharani Says:
    Jum'at, 29 Januari 2010 01:16 WIB

    *kalo menurut saya, mengajak teman masuk ajaran islam yaitu dengan cara tanpa paksaan, tapi memberi contoh bagaimana orang islam itu beradab dan bersikap bisa pula dgn menceritakan ilustrasi bagaimana nabi Muhammad SAW menempuh cobaan untuk mensyiarkan islam. menurut surat AL KAFIRUN 1-6 ..Katakanlah (Muhammad SAW): "Wahai orang-orang kafir!!,Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah,Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah,Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah,Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku".
    *Anda memang memiliki rencana, hanya rencana.. tapi kita kembali lagi kepada Allah, keimanan tumbuh di dalam hati, di teguhkan dalam komitmen. bukan karena si dia atau si anu.. belum tentu esok hari kita masih hidup ??
    percayalah pada qada dan qadar Allah..
    *kita mengajak mereka secara ikhlas akhi, bukan karena cinta pada duniawi saja, sekali lagi tanpa paksaan, karena yg saya liat dari teman2 muallaf, mereka mencari sesuatu pegangan (keimanan) benar2 dengan i'tikad yang baik.. maka Allah mempermudah jalan mereka, dan ada pula dengan cobaan yang bertubi2. karena semakin berat cobaan seseorang, semakin tinggi pila tingkat keimanannya ..

    afwan jiddan kalo ana ada salah

  27. catatan febri Says:
    Jum'at, 29 Januari 2010 07:42 WIB

    subhanallah, tapi saya bingung dengan topik ini

  28. Abdul Hamid Says:
    Rabu, 10 Februari 2010 08:52 WIB

    Rasullulah SAW Bersabda : La`anallahu Nakahu Yadah yang artinya : Dilaknat Allah orang yang bersetubuh dengan tangannya ( Onani / Masturbasi )

  29. hida Says:
    Minggu, 14 Maret 2010 04:02 WIB

    gimana kita menasehatin tngtng seluk beluk perbuatan/akhlak orng sdng kita sendri belum tentu brsih drperbuatan buruk/dosa.dakwah yng disampaikn jngn cuma teori saja ,kita sndiri yng memprktekkn dulu dn memberi tauladan kpd orng awam tntng ajaran islam...keluarga seorng ulama ada jg yng mncoba msk kelembah kemaksiatan bukan?.ya..apakh dakwah yng dberikn untk keluarga nya keliru toh..hanya ..tuhan lh yng maha mengetahui...

  30. rozi Says:
    Jum'at, 21 Mei 2010 10:19 WIB

    keimanan benteng terkuat.....
    halal..... haram..... mubah........ makruh.......
    alqur'an & hadist............

  31. budi r Says:
    Rabu, 09 Juni 2010 11:45 WIB

    nikmatnya pacaran setelah pernikahan. ayo generasi muda islam tinggalkan pacaran,lebih baik menikah untuk menjaga kesucian diri kita. allohuakbar !!!

  32. siraaj Says:
    Rabu, 09 Juni 2010 11:48 WIB

    saya setuju versi budi

  33. humayroh Says:
    Kamis, 10 Juni 2010 02:34 WIB

    kalau pacaran itu haram maka tetaplah haram...
    tidak ada pacaran islami.....
    misal nya babi itu kan haram tidak ada babi islami..
    zina itu kan haram tidak ada zina islami...

  34. yunus Says:
    Rabu, 16 Juni 2010 07:57 WIB

    dengan pintu pernikahan suatu yang haram dalam pacaran akan menjadi halal, dan perbuatan dosa dalam pacaran akan menjadi perbuatan yang mendatangkan pahala melalaui pintu pernikahan, so kenapa kita tidak ambil sesuatu yang menguntungkan kita berpacaran setelah menikah.

  35. mamik mutammima Says:
    Selasa, 22 Juni 2010 07:01 WIB

    q suka dengan artikel ini, sangat membantu aku. syukron kastir ya!

  36. widianto Says:
    Sabtu, 03 Juli 2010 03:41 WIB

    sangat tidak bisa disatukan antara dakwah dan pacaran..sudah pasti jauh lebih banyak zinnahnya daripada dakwahnya..
    bagi yg ingin pacaran karena ingin istri yg baik..percayalah bahwa jodoh adalah takdir sama seperti kelahiran dan kematian..jadi percaya saja pada pilihan Alloh...bila jodoh kita tidak sesuai dgn yg diinginkan berkacalah pada diri sendiri...karena wanita yang baik untuk pria yg baik dan wanita yg buruk untuk pria yg buruk (prilakunya)..begitupula sebaliknya...

  37. rizki Says:
    Rabu, 07 Juli 2010 09:03 WIB

    copi yaa

  38. subagya Says:
    Jum'at, 09 Juli 2010 02:35 WIB

    yah sekarang kita tinggal perkuat tali sirahturahmi agar kita terhindar dari masuknya femahaman yang sesat yang membolehkan pacaran apalagi sekarang sampai memperingati hari valentin segala,klik www.mirajulummah.com

  39. wina anggraini Says:
    Rabu, 21 Juli 2010 05:10 WIB

    sebaik baik nya manusia... suzah bnget yg namanya berdakwah itu lewat pacaran.. ga usah lewat pacaran deh. krna pcran itu ga jauh dri nafsu syetan yg terkutuk...

  40. yayi hidayat Says:
    Jum'at, 03 September 2010 01:36 WIB

    subhnalloh..!! sungguh brntung orang yang amar ma`ruf nahyi munkar t`msuk orang yang mnngglkan pcran...
    bngkitlah pra gnrasi mda.. dngan mmp`kwat N m`mp`tbal iman Qta krna dngan cmua toe Qta akan slmat dniawalakhiroh amin...!!!

Leave a Reply

.::. Designed by SiteGround Web Hosting

cssandhtml